Recent Posts
0 comments

Afgan Dan Ran Pengen Duet Bareng Mbah Surip




Melejitnya popularitas Mbah Surip ternyata memancing keinginan para musisi untuk berkolaborasi dengannya. Afgan dan RAN adalah dua diantaranya.

Afgan mengaku suka dengan lagu Tak Gendong yang fenomenal, bahkan dia sering menyanyikan lagu itu saat karaoke bareng teman-temannya. "Mbah Surip hebat. Aransemen dan lirik lagu Tak Gendong bagus dan sangat kreatif. Di usia tak muda lagi, dia bisa menemukan notasi dan melodi yang bisa diingat orang," puji Afgan.

Pelantun lagu
Terima Kasih Cinta itu juga ingin bertemu dengan Mbah Surip dan mendengar cerita hidup dan kesuksesannya. Afgan bahkan punya keinginan untuk membuat lagu bersama.

Hal senada juga diungkapkan oleh
RAN. Band beranggotakan Rayi (vokal), Nino (vokal), dan Asta (gitar) ini juga kagum kepada Mbah Surip. Menurut mereka Mbah Surip adalah musisi yang bisa jadi diri sendiri dan memiliki tipikal khusus yang tidak dimiliki orang lain. Ia hanya ingin membuat orang senang dengan gayanya bernyanyi, dan tidak pernah merasa gengsi melakukannya.

Menurut
Asta, RAN tak akan menolak jika ada kesempatan berduet dengan penyanyi berambut gimbal itu. ”Kita mau banget kalau ada kesempatan duet dengan Mbah Surip, dan mbah Surip juga pernah minta ini pada kita,” ungkap Asta.

Jadi siapa yang bakal dapat kesempatan berduet dengan
Mbah Surip lebih dulu ? Kalau kita tanya Mbah Surip sendiri, mungkin dia akan bingung dan hanya bilang : I Love You Fulll ..ha ha ha ha ..

( ) Read more
0 comments

Mbah Surip Punya Ratusan Ribu Fans Facebook

Popularitas akun Mbah Surip di Facebook meningkat pesat, setidaknya untuk ukuran artis lokal. Saat VIVAnews turunkan beritanya pada sekitar pukul 11 siang 14 Juli 2009, jumlah penggemarnya mencapai 182.071 orang. Sekitar pukul 16.00 sore, total fans Mbah Surip di Facebook sudah mencapai 185.606 fans.

Sepintas dari pantauan VIVAnews, penggemar Mbah Surip di Facebook sangat beragam, terdiri dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Sayangnya, tidak banyak informasi yang diungkapkan pemilik akun Mbah Surip pada biografinya. Di sana hanya disebutkan: “Seorang seniman dengan ciri khas rambut gimbalnya dan ketawanya yang khas. Nama aslinya adalah Urip Aryanto.

Mbah Surip, yang kini terkenal berkat lagu lawasnya yang berjudul ‘Tak Gendong’ kaya mendadak akibat banyaknya pemilik telepon seluler yang mendownload lagu tersebut sebagai ringtone.

Meski sudah kaya raya, di mata penggemarnya Mbah Surip tetaplah sosok yang sederhana, bersahaja dan selalu tampil jenaka. Tidak sedikit pula yang menyatakan kerinduannya atas penampilan ‘live’ Mbah Surip di ajang sederhana. Yang pasti, sebagian besar di antara mereka menyatakan “I LOVE YOU FULL” pada Mbah Surip.

( ) Read more
0 comments

Mbah Surip & Tarzan

Sejak bulan Mei 2009 lagu ”Tak Gendong” seperti menerobos dalam hamparan lagu mendayu- dayu yang umumnya dikumandangkan para anak band. Selain terdengar dalam ring back tone (RBT) ponsel, Mbah Surip—pencipta dan penyanyi lagu itu— hampir setiap hari muncul di televisi. Ia tidak lagi bebas ”menggelandang”, tetapi diatur jadwal promo dan show yang ketat. Bisa?

Saat tampil dalam siaran langsung
Kamera Ria, Selasa (7/7) di TVRI Jakarta, misalnya, di antara para tentara dan pengisi acara lain, Mbah Surip menjadi idola baru. Di balik panggung, semua orang mengajaknya berfoto dan bahkan ingin mengobrol, tak terkecuali pelawak Tarzan dan Marwoto. Terserah mau berfoto atau ngobrol gara-gara ”Tak Gendong” atau merasa heran melihat penampilan Mbah Surip yang ”ganjil” dan suka ha-ha-ha itu.

”Mbah sekarang ini tinggal di mana?” tanya
Tarzan.

”Ya, masih di Indonesia, ha-ha-ha...,” jawab
Mbah Surip sambil terkekeh. Tarzan, yang biasanya tangkas bertukar dialog saat melawak, kali ini seperti mati angin. Ia cuma nyengir sembari menggaruk-garuk kepala.

Lelaki bernama asli
Urip Ariyanto ini selalu tampil di depan publik dengan gaya ”kebesarannya”, rambut gimbal serta topi, baju, dan celana berwarna bendera Jamaika. Gaya ”rastafarian” ini memang mengacu pada gaya pemusik reggae Bob Marley. Banyak yang menafsir, ia pengikut Bob Marley yang mencintai kebebasan berekspresi. Tetapi, Mbah Surip menyangkal. ”Saya malah tidak tahu kalau musik yang saya mainkan itu namanya reggae, ha-ha-ha,” tuturnya.

Asal tahu, menurut pengakuan
Mbah Surip, sejak dulu sampai sekarang ia sedang belajar salah. ”Kalau belajar benar itu sudah biasa, saya sedang belajar salah....” Maka itu, sangat tidak mungkin mengejar kata ”belajar salah” pada Mbah Surip. Lelaki yang dulu menggelandang dalam arti sesungguhnya antara Bulungan, Jakarta Selatan; Taman Ismail Marzuki (TIM); dan Pasar Seni Ancol ini ibarat pasir pantai. Kalau kita menggalinya lebih dalam, tak lama kemudian air laut menutupinya.

Begini, misalnya. Dalam banyak kesempatan
Mbah Surip bercerita, ia pernah kuliah di Jurusan Kimia Universitas Petra, Surabaya. Dan, karena itu kemudian, katanya, ia bekerja pada pengeboran minyak di Amerika, Kanada, Jordania, Jepang, Filipina, dan Singapura. Bahkan, saat ke Jakarta tahun 1975 untuk ujian bekerja di pengeboran itu, ia juga sempat menonton konser Deep Purple.

”Apa di Petra itu ada jurusan kimia?”

”Eh ndak, di geologi kok, ha-ha-ha,” jawab
Mbah Surip tertawa ringan. Saat berada di Amerika sekitar tahun 1986 itulah konon ia menciptakan lagu ”Tak Gendong”. ”Saya ada di bawah jembatan itu,” ujar Mbah Surip. Ia bermaksud mengatakan jembatan Golden Gate, San Francisco, yang terkenal itu. Mungkin? Bisa jadilah.... Tetapi, dengan ”Tak Gendong”, ia ingin mengatakan bahwa hakikatnya manusia itu selalu hidup bersama. ”Together...,” kata si Mbah.
( ) Read more
0 comments

Kadung Cinta Seni

Lagu Tak Gendong yang liriknya sangat sederhana itu sendiri sudah dia ciptakan pada 1983 saat masih bekerja di Amerika Serikat. Dia terinspirasi saat melihat keakraban para pekerja yang kerap berkumpul di bawah salah satu jembatan di California, Amerika Serikat. Kebetulan, saat libur Mbah Surip kerap nongkrong di bawah jembatan itu. Di situ dia melihat, meski berasal dari berbagai negara berbeda toh para pekerja itu terbiasa saling menolong bak filosofi semut.
Kadung jatuh cinta pada dunia seni, Mbah Surip pun bertekad akan terus berusaha mencintai dunia seni sampai kapan pun.

Kecintaannya pada dunia seni tergambar jelas pada kalimat yang kerap dilontarkannya di berbagai kesempatan, yakni I Love You Full!. “Mbah berusaha selalu mencintai dunia seni selain kopi. Makanya, I love You Full deh. Hidup Mbah adalah seni. Seni adalah hidup. Kalimat I Love You Full ini Mbah temukan saat di Pulau Bangka Belitung. Ketika itu Mabh sedang minum kopi sambil mencari inspirasi di dunia seni. Saya ini adalah orang yang paling senang kalau bersosialisasi sambil berbicara dunia seni. Mbah tidak bisa jauh dari dunia seni. Sekali lagi, I Love You Full deh,” lanjut pria bernama asli Urip Ariyanto ini.

Pria yang mengaku memiliki gelar akademis Drs, Ir, dan MBA ini, tak menampik kalau popularitasnya di dunia hiburan berkibar lantaran pengaruh meroketnya lagu Tak Gendong. Salah satu bukti, satu minggu terakhir wajahnya wara-wiri nyaris di semua stasiun televisi. Semua semata-mata lantaran efek melejitnya lagu Tak Gendong. Mbah Surip diwawancarai secara bergilir seputar lagu Tak Gendong.

Toh, kesuksesan itu tak sampai membuat Mbah Surip lupa diri. Dia mengaku tidak bisa sombong. Dia selalu berusaha membiasakan hidup sederhana. Padahal, sukses ring back tone (RBT) lagu Tak Gendong membuat kocek Mbah Surip kabarnya bertambah hingga Rp4,5 miliar. Lagi-lagi, dia tak tergoda untuk mengubah gaya hidup. Dia tetap bisa tidur di mana saja seperti saat namanya belum sebesar sekarang, seperti di kawasan Bulungan, Ancol, dan Taman Ismail Marzuki (TIM). “Kata siapa besar? Biasa saja kok pendapatan Mbah dari hits Tak Gendong ini. Mbah nggak bisa sombong meskipun Mbah katanya sudah menjadi orang terkenal seperti artis. Mbah masih ingin tidur di mana saja seperti di Bulungan dan Ancol. Mbah sendiri kalau di dunia hiburan sekarang selalu berusaha bersosialisasi dengan siapa saja sambil berbicara tentang dunia seni seperti musik. Mbah ingin terus seperti sekarang dan tidak ingin terpengaruh orang lain. Jadi, sesuai dengan Mbah sendiri saja deh,” pungkasnya seraya tertawa.

( ) Read more
0 comments

Biografi Mbah Surip

Biografi Mbah Surip

Namanya menjadi populer berkat lagu Tak Gendong yang sering diputar di televisi. Penampilan Mbah Surip, demikian ia biasa dipanggil yang unik juga jadi salah satu ciri khasnya. Dengan rambut rasta ala penyanyi reggae dan tawanya yang lepas menjadi ciri dari Mbah Surip.

Dilahirkan di Mojokerto, 5 Mei 1949 dengan nama asli Urip Ariyanto adalah duda dengan empat orang anak sekaligus kakek dari empat cucu. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak, tambang berlian bahkan lelaki yang memiliki gelar Drs, Insinyur dan MBA ini pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California.

Dalam perjalanan bermusiknya, ia telah mengeluarkan beberapa album yang dimulainya sejak 1997. Beberapa albumnya antara lain, IJO ROYO-ROYO (1997), INDONESIA I (1998), REFORMASI (1998), TAK GENDONG (2003) dan BARANG BARU (2004).

Tak Gendong sendiri ia ciptakan pada 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip lagu ini memiliki makna filosofi tersendiri, yakni belajar salah.
( Labels: ) Read more
0 comments

Kata Mbah Surip “ Pengebom Minta Digendong..”

Peristiwa ledakan hebat yang terjadi di kawasan Mega Kuningan turut membuat sebagian orang gelisah. Tapi lain halnya dengan Mbah Surip. Kakek gimbal ini justru ingin menggendong sang pelaku.
“Jangan gelisah, anggap itu bunga-bunga kota Jakarta,” ujar Mbah Surip saat ditemui di studio AnTV Cawang, Jumat 17 Juli 2009.

Tak ada rasa takut ataupun gelisah ketika Mbah Surip bercerita. Meskipun begitu, Ia berpesan agar semua pihak tetap waspada.
Berbagai kalangan menganggap peristiwa ini sebagai hal yang menakutkan. Namun Mbah Surip justru menganggap ledakan itu bak petasan saat tahun baru. Bahkan, Mbah Surip menawarkan diri untuk menggendong sang pelaku. “Ya, mungkin pelakunya udah kerasukan dan minta digendong,” ujarnya sambil tertawa.

Mbah Surip lantas menyanyikan lagu 'Tak Gendong' dengan syair yang diubah.
“Tak gendong ke mana-mana
Enak dong, mantep dong
Daripada kamu ngebom
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Mau kemana”

Tak lupa Kakek berambut gimbal itu mengucapkan salam pada sang pelaku dengan salam khas-nya. “I love You Full tukang bom,” ujarnya. "Ha... Haa... Haa... ."

( ) Read more
0 comments

Nggendong Rezeki Miliaran Kemana-mana


Tak gendong kemana-mana…
Tak gendong kemana-mana…
Enak donk, mantep donk…
Daripada kamu naik pesawat kedinginan…
Mendingan tak gendong to…
Enak to, mantep to…
Ayo… Kemana…


Well… ketika mendapat inspirasi menulis lirik
Tak gendong kemana-mana, Urip Aryanto yang kerap dipanggil Mbah Surip tak menyangka lagunya bisa digilai jutaan orang. Mbah Surip bahkan tidak pernah bermimpi lagu yang sering ia nyanyikan secara serampangan itu bisa memberinya rezeki hingga milyaran rupiah.
So…, itulah kisah hidup
Mbah Surip yang lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 6 Mei 1949 ini. Karena seringnya diputar di radio-radio, Lagu Mbah Surip Tak Gendong Kemana-mana merambat naik jadi lagu yang paling aktif diunduh untuk ring back tone (RBT). Konon jumlah pelanggannya mencapai delapan juta orang. Pendapatan disitu dibagi dua, 60% untuk Mbah Surip, sisanya buat provider, kata Mbah Surip yang kerap tampil nyentrik khas rambut model gimbalnya ini santai.
Well…, berapa nilai duit yang
Mbah Surip kantongi? Simbah cuman jawab singkat. “Pastinya miliar-miliaran, dong,” katanya sambil nguakak khasnya “Ha… ha… ha… ha…”
Kalo benar ada delapan juta pengguna
RBT Tak Gendong Kemana-mana, berarti dengan biaya berlangganan Rp. 7.000 per bulan akan terkumpul duit Rp. 56 Milyar!!! Kalo porsi Mbah Surip 60% jatah Simbah lebih dari 33 Milyar!!! per bulan. LUAR BIASA, SPEKTAKULER, FANTASTIS, BOMBASTIS, CIAMIK!!! he he he
Rejeki
Mbah Surip bukan hanya dari situ ajah. Lantaran lagunya ngetop, Simbah kebanjiran job manggung di televisi-televisi besar. Simbah pun sering diundang ngamen hingga keluar kota. Akhir pekan lalu, misalnya, Simbah harus manggung di Bali. Habis ntu Simbah terbang ke Batam, dan esoknya udah pulang ke Jakarta untuk ngamen di salah satu stasiun televisi swasta. Penghasilan dari situ sudah pasti gede…
Ngomong-ngomong mau diapain duitnya Mbah? “Belum tahu, mungkin mau beli helikopter,” jawabnya sambil terkekeh ha… ha… ha… ha… Meski kaya mendadak kakek empat cucu dari empat anak ini tetap low profile.
Saat tidak ada job ngamen,
Mbah Surip yang mengaku tak punya rumah tetap di Jakarta ini masih nongkrong di tempat kumpul seniman di Ancol, Bulungan atau TIM seperti dulu. Moto hidupnya pun tetap sama “I LOVE YOU FULL!” Artinya, “Saya mencintai semua-muanya, sepenuhnya” kata Mbah Surip. T.O.P. B.G.T. Dah Mbah… Selamat Berkarya… ha… ha… ha… ha…
( ) Read more
0 comments

Mbah Surip Ganggu Kepala Maia

Lagu Tak Gendong yang dilantunkan Mbah Surip, dengan lirik yang sederhana seakan membius pendengarnya. Hal ini pun juga dirasakan oleh Maia Estianty, yang ikut terbius hingga acapkali menyanyikan lagu Tak Gendong bahkan saat menghadapi para pemburu berita sekalipun.
"Gila ini lirik lagunya ganggu di kepala gue, maksud ganggunya itu karena liriknya bakal lama dan awet," ujar Maia ditemui usai mengisi acara musik Playlist di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (14/7) sore.

Sesekali janda Ahmad Dhani itu melantunkan lagu Tak Gendong milik Mbah Surip tanpa malu-malu dan memberikan penilaian lebih dalam. "Lagunya bagus, liriknya bakal awet dan keren banget," ujarnya lagi.
Sama halnya sepeti Maia, rekannya di duo Ratu, Mey Chan, juga merasakan hal yang sama. Diakuinya, ia jkuga ikut terbius lagu Tak Gendong ketika pertama kali mendapatkan kaset Mbah Surip dari Donny Kusuma. "Aku dapat kasetnya dari (artis dan atlet) Donny Kesuma, yang kebetulan anaknya nge-fan banget sama Mbah Surip," akunya. "Simpel banget dan mudah diingat lagunya, dan dia bakal jadi legend," puji Mey Chan.
Saking terbiusnya, Maia bahkan pernah suatu kali mengajukan usul ke manajemennya untuk membuat jenis lagu yang serupa. "Gue pernah usul ke manajemen untuk bikin lagu yang seperti Mbah Surip dengan lirik lagu yang lucu dan mudah diingat," ungkap Maia. "Tapi cuma gue doang yang mau, manajemen enggak setuju," jelasnya.
Lain Maia, lain pula dengan Mey Chan. Daripada menciptakan lagu yang seperti itu, Mey Chan lebih tertarik mengaransemen lagu Tak Gendong ke dalam versi Inggris. "Nanti gue mau bikin Tak Gendong dalam versi Inggrisnya," canda Mey Chan.

( ) Read more
0 comments

Plagiat? Gak Ah..

Mbah Surip yang tampil dengan Lagu Tak Gendong memang telah menjadi pembicaraan akhir-akhir ini, dan hal tersebut berkaitan juga dengan pemberitaan media massa, baik media televisi, surat kabar, dan internet yang gencar memberitakannya.

Namun tudingan miring beredar di internet, terkait dengan
Lagu Tak Gendong Mbah Surip, sebab sepintas tepat pada lirik "Tak Gendong Kemana-mana, Tak Gendong Kemana-mana" mirip dengan sebuah lirik Raunchy by Billy Vaughn and his Orchestra.
Sekilas memang ada kemiripan, namun mau menuduh
Mbah Surip telah menyiplak atau menyebutnya sebagai plagiator, itu terserah penilaian anda sendiri. Namun yang pasti Mbah Surip kini telah eksis menjadi salah satu musisi yang sedang naik daun di ranah dunia musik Indonesia.
( ) Read more
0 comments

Mbah Surip Jadi Kado Ultah

Pamor Mbah Surip yang kian menanjak dalam sekejap mampu membuatnya menjadi pria yang penuh daya pikat. Tak hanya penampilannya saja yang ditunggu-tunggu dengan lagu andalannya, namun Mbah Surip juga bisa dijadikan kado istimewa bagi para penggemarnya.

Salah satunya
Nikita Juan, anak dari pasangan Zarima dan Ferry Juan. Mbah Surip kembali menebar pesona di ulang tahun Tata (sapaan akrab Nikita) yang ke-9. Alhasil, pesta diwarnai dengan penuh gelak tawa.

Seperti masyarakat pada umumnya yang sedang demam lagu
Tak Gendong, Tata juga mengalami hal yang serupa. Bahkan menurutnya Mbah Surip merupakan sosok pria yang menyenangkan.

"Wah, aku senang banget ayah ngasih
kado aku datangin Mbah Surip. Soalnya aku senang dengan lagunya Mbah Surip yang Tak Gendong. Mbah surip itu lucu, nggak nyeremin kok," tutur Nikita kepada wartawan di sela perayaan ulang tahunnya ke-9, di rumahnya, Kota Wisata Cibubur, Jawa Barat, Minggu (19/7/2009) sore.

Mbah Surip yang datang menggunakan motor Honda Supra bernomor polisi B 6282 TEH setelah turun langsung disambut meriah anak-anak kecil yang sudah menunggu sejak lama.

Pria nyentrik itu hanya mengenakan kaos panjang garis-garis dengan aksen warna biru dan merah. Tak lupa gitar 'mautnya' yang tak pernah ia tinggalkan.
Mbah surip pun langsung menyapa anak-anak termasuk Nikita dengan lagu andalannya Tak Gendong.

Setelah lagi itu,
Mbah Surip kembali menghadiahkan Tata dengan lagu-lagu spesial ciptaannya.

"Mbah juga mau kasih lagu buat
Tata. Kalau nanti diminta, Mbah akan buatkan lagu Tukang Nasi Goreng, Semut Dibohongi Ikan, dan Tukang Jamu. Ha ha ha ha ha ha," ujar Mbah Surip yang selalu menutup pembicaraan dengan tawa khasnya.
( ) Read more
Best viewed on firefox 5+

Kategori

Pengikut